Kamis, 23 Januari 2014

Ringkasan Kajian Syarah Al-Wajibat 01




Pemateri Al-Ustadzah Ummu Fadhl Hafizhahallaah

ditulis oleh Ummu Maryam Yuyun Hasanah 

KAJIAN KITAB SYARAH AL WAAJIBAAT Rabu pekan pertama 6 Pebruari 2013
Muqoddimah

بسم الله الرحمن الرحيم
Akhwat wa ummahaat fillah.....
Ketahuilah bahwa ibadah yang paling agung adalah menuntut ilmu, dan ketika Alloh memberikan kesempatan kepada kita untuk menuntut ilmu maka janganlah disia-siakan, karena kesempatan itu jarang datang dua kali dan kalaupun ada tentunya tidak akan sama.
Hal ini patut kita syukkuri dan cara kita bersyukur kepada Alloh atas ilmu yang bermanfaat/ni’mat ilmu adalah dengan cara mengamalkannya. Dan cara kita bersyukur kepada Alloh bahwa kita bisa beramal sholih yaitu dengan cara menambah ilmu.

Adapun hubungan antara ilmu dan amal sholih adalah seseorang tidak bisa dikatakan menegakkan ubudiyah atau beramal sholih kalau tidak dilandasi dengan ilmu. Sebab keadaannya akan sama dengan nashoro yang mana nashoro ini adalah orang-orang yang sesat yang Alloh firmankan dalam surat Al Fatihah, karena mereka beramal tanpa ilmu. Maka jika ada seorang muslim yang beramal tanpa ilmu maka kedudukannya sama dengan nashoro.

Oleh karena itu wajib bagi seorang muslim untuk mendasari perkataan dan perbuatannya dengan ilmu. Imam Bukhori menulis secara khusus salah satu bab dalam kitab shohihnya “Al ‘Ilmu Qoblal Qouli wal ‘Amal’. Ini menunjukkan betapa pentingnya kita menjadikan ilmu sebagai landasan sebelum kita beramal. Dan ilmu yang paling mulia adalah tergantung apa yang kita pelajari. “Syarful Ilmu tabi’un bima’lumi bih” (suatu ilmu itu kemuliaannnya bisa dilihat dari apa yang dipelajari di dalamnya).

Jika kita mempelajari tentang Alloh tentunya Alloh merupakan dzat yang paling mulia dan yang paling agung, maka menuntut ilmu tentang Alloh merupakan ilmu yang paling agung karena di dalamnya membahas tentang Alloh yang maha agung. Semua sepakat bahwa ilmu tauhid, ilmu tentang Alloh, ilmu ma’rifatulloh, ilmu tentang aqidah merupakan semulia-mulianya ilmu. Berkata Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi dalam risalah beliau Al Ushuluts Tsalatsah, ‘Ilmu itu artinya Mengenal Alloh, mengenal nabi dan mengenal islam dengan dalil-dalilnya.

Pembahasan Inti

Adapun pembahasan kita pada kesempatan kali ini adalah merujuk pada sebuah kitab yang berjudul “An Tanbihat Al Mukhtashoroh Syarh Al Wajibat Al Mutahatimat Al Ma’rifah” oleh Syeikh Ibrohim Sholih Al Khuroisyi. Beliau merupakan salah seorang murid dari Syeikh Abdulloh Al Qor’awy penulis Kitab Matan Al Wajibat . Edisi terjemahannya berjudul “Hal-hal Yang Wajib diketahui oleh Setiap Muslim dan Muslimah”.

Syeikh Al Qor’awy memulai kitabnya dengan Bismillah adapaun tafsir Bismillah silahkan lihat penjelasannya pada artikel Tafsir yang telah diposting oleh Ustadzah Ummu Fadhl.di grup ini.

Tiga hal yang mendasari kitab ini yaitu tentang pengenalan seorang hamba kepada Robbnya, Agamanya dan Nabinya Shollallohu ‘alaihi wa sallam berdasarkan dalil-dalilnya. Diriwayatkan dari Baro’ bin Aziz bahwa seseorang akan ditanya oleh 2 malaikat di dalam kubur tentang Siapa robbmu, apa agamamu dan siapa nabimu, jika bisa menjawab pertanyaan tersebut maka itu pertanda kemudahan bagi dia untuk menuju ke alam selanjutnya yaitu alam akhirat. Akan tetrapi kalau seseorang tidak bisa menjawab tiga pertanyaan tersebut maka itu pertanda dia orang yang celaka yang akan menghadapi ujian yang lebih berat daripada ujian di alan kubur. ( Hadits ini merupakan hadits yang panjang mengenai pencabutan ruh orang mukmin dan orang kafir).

الأصول الثلاثة
الأصول adalah jama’ dari الأصل secara bahasa artinya adalah dasarnya sesuatu atau pondasinya. Secara istilah artinya adalah sesuatu yang terbangun di atasnya sesuatu yang lain. الثلاثة artinya tiga .
Jadi tiga landasan utama yaitu tiga hal yang wajib diketahui bagi setiap muslim dan muslimah. Tiga landasan utama itu adalah Ma’rifah seorang hamba kepada Rabb-nya, terhadap din-nya, terhadap Nabi-nya Muhammad ‘Shallallahu alaihi wa sallam’.
Bersambung insyaAlloh....


Muqoddimah Tazkiyyatun Nufus




pemateri Ustadzah Ummu Fadhl Hafizhahallaah

ditulis oleh Ummu Maryam Yuyun Hasanah 

Diantara tugas rosululloh shallallohu alaihi wa sallam yang paling penting adalah tazkiyyatun nufus. Alloh berfirman dalam surat ali imron : 164

لقد منّ الله على المؤمنين إذ بعث فيهم رسولا من أنفسهم يتلوا عليهم أياته و يزكّيهم و يعلّمهم الكتاب و الحكمة و إن كانوا من قبل لفي ضلال مبين

dan firman Alloh dalam surat al jumuah:2

هو الّذي بعث في الأمّيّن رسولا منهم يتلوا عليهم أياته و يزكّيهم و يعلّمهم الكتاب و الحكمة و إن كانوا من قبل لفي ضلال مبين

firman Alloh dalam surat albaqoroh:151

كما أرسلنا فيكم رسولا منكم يتلوا عليكم أياتنا و يزكّيكم و يعلّمكم الكتاب و الحكمة و يعلّمكم ما لا تكونوا تعلمون
Al imam ibnu katsir rohimahulloh berkata ketika menafsirkan kata و يزكّيكم yaitumensucikan dari akhlaq-akhlaq yang rendah,penyakit-penyakit jiwa dan dari perbuatan-) perbuatan jahiliyyah dan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya
syaikh As sa'di berkata
" mensucikan jiwa dan akhlaq kalian dengan mendidik diatas akhlaq yang mulia, dan mensucikannya dari akhlaqakhlaq yang tercela . Itu semua sebagaimana beliau membersihkan mereka dari syirik kepada tauhid,dari riya kepada ikhlash,dari dusta kepada kejujuran,dari khianat kepada amanat,dari takabbur kepada tawadhu',dari aklaq yang buruk kepada akhlaq yang baik,dari sikap saling membenci,saling menjauhi,saling memutus silaturahmi kepada saling mencuntai,menyayangi,dan menyambung silaturahmi dan selain itu dari bentuk-bentuk pensucian jiwa.
Semua ini menjadi bukti bahwa tazkiyyatun nufus mempunyai peranan yang sangat penting didalam membentuk pribadi dan masyarakat yang islami
Imam Ibnul Qoyyim berkata
" sesungguhnya Alloh ta'ala tidak menciptakan manusia dengan sia-sia dan diacuhkan akan tetapi Dia membebani mereka dengan kewajiban,memberikan perintah dan larangan. Alloh memerintahkan mereka untuk memahami petunjukNya baik yang bersifat global maupun yang terperinci. Alloh membagi mereka menjadi 2 gol ada yang celaka ada gol yang berbahagia,dan bagi setiap golongan ada tempatnya.

Latar Belakang Tazkiyyatunnufus dan Kaidah-Kaidahnya




Faidah Ta'lim dari Al-Ustadzah Ummu Fadhl Hafizhahallaah

ditulis oleh Ummu Maryam Yuyun Hasanah 

Bismillah
Imam ibnul Qoyyim berkata (dalam kitab ighotsatul lahfan)
"sesungguhnya Alloh ta'ala tidak menciptakan manusia dengan sia-sia dan diacuhkan, akan tetapi Dia membebani kepada mereka kewajiban,memberikan perintah dan larangan.Alloh mewajibkan mereka untuk memahami petunjukNya baik secara global maupun terperinci.Alloh membagi mereka menjadi 2 gol. gol orang-orang yang celaka dan gol orang-orang yang bahagia dan bagi setiap gol ada tempatnya. Alloh ta'ala memberikan kepada mereka ilmu dan amal,memberikan hati,pendengaran dan penglihatan dan anggota tubuh sebagai nikmat dan keutamaan dariNya. Barangsiapa yang menggunakan semua itu untuk ketaatan kepadaNya dan untuk menempuh jalan agar bisa mengenalNya dan tidak berpaling dariNya maka sesungguhnya ia telah bersyukur dengan apa yang Alloh telah berikan kepadanya dan ia telah menempuh jalan menuju keridhoan Alloh
Adapun barangsiapa yang menggunakan nikmat tersebut untuk mengikuti hawa nafsunya,syahwatnya serta tidak menjaga hak-hak Alloh maka ia akan merugi dan ia akan bersedih dengan kesedihan yang panjang karna sungguh akan ada hisab atas seluruh anggota badan ini, Alloh berfirman dalam surat al isro: 36
و لا تقف ما ليس لك به علم إنّ السمع و البصر و الفؤاد كلّ اؤلئك كان عنه مسؤلا
dan janganlah engkau mengambil sesuata yang engkau tidak memiliki ilmu atas sesuatu tersebut sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggung jawaban

dalam ayat ini alloh menjelaskan bahwa Alloh telah memberi manusia aqal,hati,pendengaran,pengliha
tan serta anggota tubuh yang lain untuk melaksanakan syariatNya. apabila mereka menggunakan hal itu untuk ketaatan kepada Alloh maka mereka adalah orang-orang yang selamat dan sehat hatinya serta diberikan keselamatan dan kebahagiaan didunia dan diakherat adapun orang-orang yang menolak,mengingkari atau tidak menggunakan karunia tersebut dengan sebaik-baiknya maka mereka adalah orang-orang yang celaka dan sengsara didunia dan diakherat. Alloh berfirman
قد أفلح من زكّاها و قد خاب من دسّاها
sungguh beruntung aorang-orang yang mensucikan jiwanya yaitu dengan ketaatan kepada Alloh dan membersihkannya dari akhlaq yang tercela dan hina.

Latar belakang pemberian materi tazkiyyatunnufus diantaranya:

1. Bahwasanya Alloh subhanahu wa ta'ala memerintahkan manusia untuk membersihkan hatinya agar sehat,bersih dan selamat. Karena hati yang demikianlah yang bermanfaat pada hari kiamat Alloh berfirman dalam surat asy syuaro:88-89
يوم لا ينفع مال و لا بنون إلاّ من أتي الله بقلب سليم
hari dimana tidak bermanfaat lagi harta dan anak-anak kecuali yang datang menghadap Alloh dengan hati yang selamat

2. karena diantara tugas rosululloh shallallohu alaihi wa sallam yang paling penting adalah tazkiyyatunnufus lihat surat albaqoroh:151,aljumuah:2, ali imron:164

3. karena hati mempunyai peranan yang sangat kuat dalam tubuh manusia karena hati adalah raja dan anggota tubuh yang lain adalah pasukannya, apabila baik rajanya maka baik pula pasukannya apabila buruk rajanya maka buruk pula pasukannya, rosululloh bersabda
ألا و إنّ في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كلّه و إذا فسدت فسد الجسد كلّه
Abu hurairoh berkata
القلب ملك و الأعصاء جنوده فإذا طاب الملك طابت جنوده و إذا خبث الملك خبثت جنوده
hati itu dalah raja dan anggota tubuh yang lain adalah pasukannya jika rajanya baik maka baik pula pasukannya jika rajanya buruk maka buruk pula pasukannya
(hilyatul aulia II/176 1832,jami'ul ulum wal hikam I/211)
ibnul qoyyim berkata dalam kitabnya badaai'ul fawaaid hal 115
" amalan hati adalah pokok sedangkan amalan badan itu penyerta dan penyempurna, sesungguhnya niat itu adalah ruh dan amal laksana badan apabila ruh meninggalkan badan maka badan akan binasa. maka mempelajari hukum-hukum tentang hati lebih penting dari mempelajari hukum-hukum tentang badan.

4. karena kebanyakan manusia lalai terhadap hati mereka

5. karena permasalahan yang banyak terjadi diantara manusia khususnya para penuntut ilmu disebabkan karena penyakit hati

6. karena kebersihan dan keselamatan hati dari setiap kotoran dan penyakit merupakan faktor kebahagiaan,ketenangan,ketentraman didunia dan diakherat.

Makna Tazkiyyatunnufus

Tazkiyyah berasal dari kata زكّى-يزكّى-تزكيّة : mensucikan
adapun makna asal tazkiyyah
a. النماء: tumbuh berkembang yakni menumbuhkan dan mengembangkan jiwa untuk melakukan amal sholih dan akhlaq yang mulia
b. الطهارة: pembersihan dan pensucian yaitu mensucikan jiwa dari akhlaq/sifat buruk serta mensucikannya dari dari perkara-perkara yang hina dan amal-amal yang buruk

jadi dalam tazkiyyatunnufus terjadi 2 perkara:
a. التخليّة : pensucian jiwa dari perkara-perkara yang buruk
b. التحليّة : menghiasi jiwa dengan akhlaq yang mulia dan amal sholih

Keutamaan tazkiyyatunnufus
- Alloh menjanjika bagi orang-orang yang mau mensucikan jiwanya dengan ganjaran pahala dan surga, Alloh berfirman dalam surat thoha :75-76
و من يأته مؤمنا قد عمل الصالحات فألئك لهم الدرجات العلى جنّات عدن تجرى من تحتها الأنهار خالدين فيها و ذلك جزاء من تزكّى
tetapi barang siapa yang datang kepadaNya dengan keadaan beriman dan mengerjakan amal sholih maka mereka itulah yang memperoleh surga adn yang mengalir dibawahnya sungai-sungai mereka kekal didalamnya. itulah balasan bagi orang yang mensucikan diri.

Kaidah-kaidah dalam tazkiyyatunnufus

1. sucinya jiwa seseorang berada ditangan Alloh subhanahu wa ta'la
tidak mungkin bagi seseorang bisa mensucikan jiwanya kecuali dengan kehendak Alloh lihat surat annur:21
2. tazkiyyatunnufus atau kesucian jiwa tidak mungkin diperoleh kec dengan menempuh petunjuk dan jalan yang telah ditempuh oleh rosululloh
3. wajib bagi seorang hamba bersungguh-sungguh dalam tazkiyyatunnufus
4. tazkiyyatunnufus harus dilakukan dengan 2 perkara yaitu lahir dan bathin
5. barangsiapa yang ingin mensucikan jiwanya maka hendaknya ia menutup diri dari segala perkara yang dapat menjauhkan dirinya dari kesucian jiwa
6. pentingnya memilih teman yang baik
7. wajib diketahui bahwa para rosul diutus untuk membersihkan jiwa manusia dan seluruh perintah syariat bertujuan untuk membersihkan hati manusia agar mentauhidkan Alloh dan menjauhi syirik
8. hidup dan bersihnya hati merupakan pokok segala kebaikan adapun mati dan gelapnya hati merupakan pokok segala keburukan.

الحمد لله الّذى بنعمته تتمّ الصالحات

SEBAB-SEBAB HATI MENJADI SAKIT




pemateri Ustadzah Ummu Fadhl hafizhahallah

Catatan Ukhtuna Zahroh (Clara Difa Zahara) 

1. Kesyirikan dan Kenifakan
 menjadi penyebab terbesar mengapa hati menjadi sakit.
Kesyirikan ---> Menyekutukan Allah di dalam perkara Ibadah
Allah berfirman di dalam al-Qur'an, "... sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (Qs. Luqman: 13)
Kenifakan ---> Menampakkan keislaman di luar, padahal di dalam hatinya terdapat kebencian yang sangat besar
"Mereka itu (Orang-orang munafik dan Yahudi) adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk menyucikan hati mereka" (Qs. Al-Ma'idah: 41)

2. Kebid'ahan
 ---> Mengadakan sesuatu yang baru dalam hal AGAMA.

Penjelasan selengkapnya bisa dilihat di (<a href="#" role=button>http://almanhaj.or.id/content/439/slash/0/pengertian-bidah-macam-macam-bidah-dan-hukum-hukumnya/</a>)

Imam

asy-Syathibi membagi bid'ah menjadi 2, yaitu bid'ah haqiqiyah dan
bid'ah idhofiyah. Bid'ah haqiqiyah tidak ada contohnya sama sekali
(tidak ada tuntunannya baik dari al-Qur'an maupun as-Sunnah), sedangkan
bid'ah idhofiyah, perintahnya ada, namun dalam praktek/ pelaksanaannya
diselisihi.
Bid'ah itu merusak agama, dan pelakunya tidak sadar bahwa
dia telah salah. Justru pelakunya menganggap bahwa dia sedang melakukan
kebaikan. Setan lebih mencintai kebid'ahan daripada kemaksiatan.
Imam Sufyan ats-Tsauri
berkata bahwa orang yang bermaksiat masih bisa diharapkan taubatnya
sedangkan orang yang melakukan kebid'ahan susah diharapkan taubatnya.

3. Dosa dan Maksiat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: Sesungguhnya
seorang hamba apabila berbuat dosa maka di dalam hatinya ditorehkan
sebuah titik hitam. Apabila dia meninggalkannya dan beristighfar serta
bertaubat maka kembali bersih hatinya. Dan jika dia mengulanginya maka
titik hitam itu akan ditambahkan padanya sampai menjadi pekat, itulah
raan yang disebutkan Allah ta’ala,
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Sekali-kali tidak akan tetapi itulah raan yang menyelimuti hati mereka akibat apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Muthaffifin: 14) (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan Al Albani)

Abdullah Ibnu Mubarak berkata dalam sya'irnya:

"Aku

melihat dosa itu bisa mematikan hati dan sungguh dosa tersebut bisa
mewariskan kehinaan jika dilakukan terus-menerus, sedangkan meninggalkan
dosa adalah kehidupan hati, dan yang terbaik bagi jiwamu adalah dengan
meninggalkan dosa-dosa tersebut."

4. Hubbud Dunya
 ---> Kecintaan yang sangat (berlebihan) terhadap dunia.
Pada fitrahnya, manusia itu cinta kepada dunia, sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat ali-'imran ayat 14:
"Dijadikan
terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang
diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang
bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah
tempat kembali yang baik."
Namun jika kadar cintanya berlebihan,
inilah yang menyebabkan hati menjadi sakit. Orang yang berlebihan dalam
mencintai dunia, maka akan ada rasa takut mati.
Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menukil perkataan para salaf, bahwa cinta dunia merupakan induk dari segala dosa dan rusaknya agama.

Alasannya:

~Mencintai dunia berarti mengagungkannya
Padahal, dunia sangat hina di mata Allah. Mengagungkan sesuatu yang dihinakan oleh Allah maka termasuk dosa besar.

~Allah melaknat, mengutuk, memurkai dan membenci dunia, kecuali jika dunia itu ditujukan untuk Allah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Dunia
itu terlaknat, dan terlaknat (pula) apa yang ada di dalamnya (baik
penghuninya maupun perbuatannya) kecuali dzikr kepada Allah di dunia,
ketaatan kepada Allah, orang yang mengajarkan ilmu (Dien) dan orang yang
menuntut ilmu." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Dalam Shohihul Jami’, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Laknat dari Allah subhanahu wa ta'ala maksudnya adalah dijauhkan dari rahmat-Nya.

~Mencintai dunia berarti menjadikan dunia sebagai tujuan
Sejatinya,

dunia merupakan ladang/ wasilah/ sarana bagi setiap orang mu'min dalam
menuju akhirat. Sangat disayangkan orang-orang yang menjadikan dunia
sebagai tujuan. Ia sama sekali tidak akan mendapatkan bagian di akhirat.
“Barangsiapa
yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan
kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan
mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak
memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa
yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka
kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)

~Mencintai dunia membuat manusia terhalang dari melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi akhiratnya

~Mencintai dunia berarti menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesarnya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Barangsiapa
yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan
mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah
merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan
mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan
baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan
utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan
kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda)
duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di
hadapannya)“ (HR. Ibnu Majah, Shahih)

~Pecinta dunia adalah orang yang paling banyak disiksa oleh dunianya sendiri
Pecinta
dunia akan selalu diliputi rasa was-was karena takut hartanya hilang,
maka dia akan melakukan apapun demi menjaga harta yang dicintainya.
Pecinta dunia tidak terlepas dari 3 perkara:
-Kesedihan, kegelisahan yang terus-menerus
-Keletihan yang berkelanjutan
-Kerugian yang tidak akan pernah berhenti
(Ibnul Qayyim)

Allah berfirman (dalam hadits Qudsi)

"Wahai
anak adam, luangkan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya akan Aku
cukupkan dan akan Aku tutupi kefakiranmu. Jika kalian tidak mau
luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, maka akan Aku penuhi tanganmu
untuk kesibukan dan tidak akan Aku tutupi kefakiranmu."

~Pecinta dunia adalah orang yang paling bodoh
Pecinta dunia lebih mengutamakan sesuatu yang sifatnya fana daripada yang kekal.

5. Racun-Racun Hati
  • Banyak memandang sesuatu yang diharamkan
  • Berlebihan dalam berbicara yang tidak ada manfaatnya
  • Berlebihan dalam hal makan sampai diluar kebutuhannya
  • Berlebihan dalam bergaul yang tidak sehat dengan orang-orang yang tidak mengingatkan kita kepada akhirat
Tazkiyatun Nufus
15 Mei 2013Kajian Ta'shiliyyah
(Hari Rabu -rutin-)
masjid Imam an-Nawawi, al-Hanif

Keadaan Hati dan macam-macamnya


faidah ta'lim dari Al-Ustadzah Ummu Fadhl Hafizhahallaah 
Murajaah: Ummu Maryam Yuyun Hasanah

Keadaan Hati dan macam-macamnya
Para ulama membagi hati menjadi 3 bagian:
- hati yang sehat
-hati yang sakit
-hati yang mati

1. Hati yang sehat
Adalah hati yang yang selamat dari syahwat yang menyelisihi perintah dan larangan Alloh dan hati inilah yang akan diterima oleh Alloh pada hari kiamat sebagaimana firman Alloh dalam surat as syuuro: 88-89
Maksud qolbun salim dalam ayat tersebut adalah hati yang selamat dati kotoran dan syirik
Ada beberapa definisi yang diberikan oleh para ulama tentang hati yang salim/sehat,diantaranya:

A. muhammad bin Sirin berkata bahwa
" qolbun salim adalah: hati yang mengetahui dan meyakini bahwa Alloh sobhanahu wa ya'ala adalah haq dan sesungguhnya hari kiamat itu tidak diragukan lagi dan meyakini bahwa Alloh ta'ala pasti akan membangkitkan para penghuni kubur"

B. Abdulloh ibn Abbas
" qolbun salim adalah: ia bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang haq untuk disembah kecuali Alloh"
Orang yang meyakini ini kemudian ia mengamalkan konsekwensinya dan mati diatas keadaan demikian maka ia dijamin masuk surga sebagaimana hadits dari Utsman ibn Affan rosul bersabda,' barangsiapa yang mati dan ia mengilmui tentang laa ilaah illalloh maka ia masuk surga'.

C. Imam mujahid,al Hasan al Bashriy dan lain-lain berkata
" qolbun salim adalah selamat dari kesyirikan". 

D. Utsman an Naisaaburiy
" qolbun salim adalah hati yang selamat dari bid'ah dan tenang diatas sunnah"

E. Said ibn Musayyib
" qolbun salim adalah hati yang sehat dialah hatinya orang yang beriman"

F. Ibnul Qoyyim
" qolbun salim: hati yang selamat dari menjadikan sesuatu sekutu bagi Alloh bahkan ia mengikhlaskan ibafahnya hanya kepafa Alloh semata baik dalam kehendak,cinta,tawakkal,taubat,takut,inabah,metendahkan diri,harap dan lain-lain semuanya semata-mata karena Alloh. Jika ia mencintai ia mencintai karena Alloh,jika ia membenci ia membenci karena Alloh,jika ia memberi meberi karena Alloh,jika ia menahan ia menahan karena alloh"
Perkataan beliau ini sesuai dengan sabda nabi
'Barangsiapa yang mencintai karena alloh,membenci karena Alloh,memberi karena Alloh,menahan karena Alloh sungguh ia telah menyempurnakan keimanannya

G. Ibnu Rajab al Hanbaliy
" qolbun salim adalah hati yang selamat dari seluruh penyakit-penyakit dan hal-hal yang dibenci

Wajib diperhatikan oleh setiap muslim bahwa hati manusia senantiasa berbolak-balik,tidak mudah dikendalikan,sangat mudah berubah paginya mu'min sorenya kafir atau sorenya mu'min paginya kafir karena hati berada diantara dua jari dari jari jemari alloh Alloh membalikkan hati itu sesuai dengan kehendakNya oleh katena itu rosul sering berdoa minta ketetapan hati

2. Hati yang mati
Hati yang mati adalah hati yang tidak ada lagi kehidupan padanya,hati yang tidak mengenal Alloh,berdiri diatas syahwat dan kelezatannya,mengerjakan perkara yang dibenci,hati yang menyekutukan Alloh.
Bergaul dengan orang yang memiliki hati seperti ini adalah penyakit mendekatinya adalah racun sebab orang yang memiliki hati mati tidak akan merespon peringatan Alloh QS 2:6-7

3. Hati yang sakit
Yaitu hati yang ada padanya kehidupan sekaligus yerdapat penyakit,terkadang sadar terkadang lalai,terkadang berada diatas ketaatan terkadang diatas kemaksiatan

Rosululloh menyebutkan bahwa hati manusia pasti akan didatangi fitnah baik fitnah syahwat maupun fitnah syubhat
Fitnah syahwat adalah fitnah keduniaan seperti harta,kedudukan,,wanita,pujian,popularitas. Lihat Qs ali imron:14, 33:32
Fitnah syubhat fitnah yang melanda pemahaman,keyakinan,pemikiran. Lihat Qs2:10

Tanda-tanda hati yang sehat
1. Selalu mengutamakan hal-hal yang bermanfaat
2. Mengutamakan akherat daripada dunia
3. Bertobat pada Alloh dan menggantungkan hidupnya hanya kepada Alloh
4. Selalu ingat kepada Alloh dan tidak bosan beribadah kepadaNya
5. Bersedih apabila terluput darinya satu ibadah melebihi daripada kehilangan dunia
6. Merasa rindu untuk melakukan ibadah
7. Hilang kesedihan dan kesibukan dunia ketika sholat
8. Dalam hidup memiliki satu tujuan yaitu hidup karenaAlloh
9. sangat bakhil dengan waktunya agar tidak terlewatkan dengan sia-sia
10. Perhatiannya tertuju pada amalan hati bahkan melebihi amalan badan

Tanda-tanda hati yang sakit
1. Tidak mengenal Allo,tidak mencintaiNya,tidak merindukan perjumpaan denganNya
2. Tidak mersakan sakitnya hati
3. Tidak merasa sakit dengan kebodohannya akan kebenaran
4. Meninggalkan sesuatu yang bermanfaat
5. Cinta kepada dunia dan tidak rindu akherat
6. Mencintai perbuatan maksiyat,tidak menyukai amalan sholih dan ketaatan
7. Membenci kebenaran,merasa sempit dengannya,mudah menyerap syubhat dan mudah tepengaruh
8. Tidak mengetahui yang ma'ruf,tidak mengingkari yang munkar,tidak terpengaruh dengan nasehat
9. Tidak menyukai tempat yang baik
10. Tidak menyukai orang-orang sholih,berilmu,berdawah bahkan mencintai orang-orang yang melakukan keburukan

Catatan Ustadzah Ummu Fadhl Liana Suciawati

ringkasan materi tafsir juz amma pertemuan pertama


Faidah Ta'lim dari Al-ustadzah Ummu Fadhl Hafizhahallaah

ditulis oleh Ummu Maryam Yuyun Hasanah 

Bismillah...

ini adalah ringkasan materi tafsir juz amma pertemuan pertama, semoga bermanfaat dan semoga Alloh mudahkan aamiin

Latar belakang mengapa kami memilih juz amma untuk dipelajari, karena:
sebagaimana yang dikatakn oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin sholih al utsaimin dalam muqoddimah tafsir juz amma hal 4

"kami memilih juz ini (maksudnya juz amma) karena ia banyak dibaca ketika sholat maka baik untuk mengetahui makna dari juz ini, dan alqur'an diturunkan untuk 3 tujuan:
- untuk beribadah kepada Alloh dengan cara membacanya
- untuk ditadabburi maknanya
- untuk diambil faidah/pelajarannya
Alloh subhaanahu wa ta'ala berfirman didalam surat shood: 29
كتاب أنزلناه اليك مبارك ليدبّروا أياته و لتذكّر اولوا الألباب
Alqur'an yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatNya dan agar orang-orang yang beraqal dapat mengambil pelajarannya

seseorang tidak akan mungkin ingat dengan alqur'an melainkan jika ia mengetahui maknanya,karena orang yang tidak mengetahui maknanya sama dengan orang yang tidak membacanya
sebagaimana firman Alloh dalam surat albaqoroh:78
و منهم أمّيون لا يعلمون الكاب الاّ أمانيّ و ان هم الاّيظنّون
"diantara mereka (orang-orang yahudi) ada yang buta huruf tidak memahami kitab (taurat) kecuali mereka hanya berangan-angan saja dan mereka hanya menduga-duga saja"
Oleh sebab itu selayaknya bagi seorang muslim bersemangat mengetahui makna alquranul karim sehingga ia mampu menyerap manfaat darinya bagi dirinya dan hingga ia mampu mengikuti atsar salaf yaitu mereka tidak melewati 10 ayat sebelum mereka mendalaminya dengan berbagai ilmu dan amal yang ada didalamnya.

Tafsir surat al Faatihah

Surat al Faatiha dinamakan demikian karena alqur'an dibuka dengannya, telah dikatakan "ia adalah surat yang paling mulia dan diturunkan secara sempurna.
Para ulama berkata" surat ini mengandung tema-tema umum kandungan alqur'an yakni berkenaan dengan tauid,hukum,balasan,jalan-jalan anak adam dan lain-lain. Oleh sebab itu surat ini dinamakn Ummul Qur'an karena kata umm/induk adalah ia tempat kembalinya sesuatu"

Keutamaan surat Al Faatihah

1.ia menjadi rukun dalam sholat .

sebagaimana hadist Nabi shallallohu alaihi wa sallam
لا صلاة لمن لم يقرأبفاتحة الكتاب
"tidak ada sholat (tidak sah sholatnya) bagi orang yang tidak membaca al faatihah
(HR Al Bukhori 756,Muslim 394 dan selainnya dari sahabat ubaadah bin shoomit)

2. merupakan surat yang paling agung dalam alqur'an

Abu said al mualla ia berkata," aku pernah mengerjakan sholat lalu rosululloh memanggilku,tetapi aku tidak memenuhi panggilannya hingga aku menyelesaikan sholatku,setelah itu aku datangi beliau maka beliaupun bertanya"apa yang menghalangimu untuk memenuhi panggilanku? aku menjawab"wahai rosulullh sesungguhnya aku tadi sedang sholat" lalu beliau bersabda"bukankah Alloh berfirman "wahai orang-orang yang beriman penuhilah panggilan Alloh dan rosulnya jika Alloh dan rosulnya memanggilmu kepada perkara-perkara yang menghidupkan hatimu" (Qs al anfal:24). kemudian beliau bersabda "aku akan ajarkan kepadamu satu surat yang paling agung dalam alqur'an sebelum engkau keluar dari masjid ini" lalu beliau menggandeng tanganku dan ketika beliau hendak keluar dari masjid aku katakan kepada beliau"wahai rosululloh engaku telah berkata akan mengajarkan aku satu surat yang paling agung dalam alqur'an" beliau menjawab"benar" الحمد لله ربّ العالمين ia adalah as sab'ul matsaaniy (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan alqur'anul karim yang diturunkan kepadaku". (HR imam Ahamd).

3. Surat alfaatihah dalah surat yang belum pernah samasekali diturunkan kepada seorang nabipun sebelum rosulloh

Dari Abdulloh ibn Abbas beliau berkata," ketika rosululloh sedang bersama jibril alaihis salam tiba-tiba terdengar suara keras dari atas kemudian jibrilpun mengarahkan pandangannya kelangit seraya berkata,"itulah pintu yang telah dibuka dari langit yang belum pernah terbuka sebelumnya" ibn abbas berkata "dan dari pintu itu turunlah malaikat kemudian menemui nabi dan berkata" sampaikanlah kabar gembira kepada umatmu mengenai 2 cahaya yang belum pernah diberikan kepada seorang nabipun sebelummu yaitu faatihatul kitab dan beberapa ayat terakhir dari surat albaqoroh,tidaklah engkau membaca dari keduanya satu huruf saja kec akan diberi pahala". (HR muslim,AnNasa'i)

4. Surat Al faatihah adalah surat yang Alloh tidak menurunkannya dalam taurot dan injil

sebagaiman hadits dari ubay bin kaab ia berkata rosululloh telah bersabda
ما أنزل الله في التورات و لا في الإنجيل مثل أمّ القرأن و هي السبع المثاني و هي مقسومة بيني و بين عبدي و لعبدي ما سأل
Alloh tidak pernah menurunkan surat semisal al faatihah didalam taurot maupun injil dia adalah as sab'ul mastaaniy,dia adalah pembagian antara Aku dan hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dia minta" (HR tirmidzi)

بسم الله الرحمن الرحيم

dalam tata bahasa arab "bismillah" mengandung jar majrur (isim yang didahului dengan huruf jar sehingga dibaca majrur/kasroh) dan ia berkaitan dengan sesuatu yang tersembunyi ,dibuang/mahdzuf, dan sesuatu yang dibuang ini berupa fiil (kata kerja) yang diletakkan diakhir,kata kerjanya disesuaikan dengan aktifitas yang akan dilakukan
dalam qoidah ilmu nahwu
"sesuatu yang seharusnya diletakkan didepan kemudian ditaro dibelakang n sesuatu yang seharusnya diletakkan dibelakang kemudian diletakkan didepan ini memiliki faidah hashr/pembatasan" jadi bisa kita katakan "hanya dengan menyebut nama Alloh saja"

fungsi huruf jar ب :
- untuk tabarruk (mengharap berkah)
- untuk isti'aanah (mohon pertolongan)
maka bisa kita katakan "hanya dengan menyebut namaMu ya Alloh aku mohon keberkahan dan pertolongan atas aktifitasku ini"

الله

adalah salahsatu dari nama-nama Alloh yang husna yang memiliki makna ذو الألوهيّة (hanya Dia satu-satunya yang berhak untuk diibadahi) dan hanya Alloh saja yang berhak untuk dinamai dengan nama ini

الرحمن

ذو الرحمة الواسعة Yang memiliki rohmah yang maha luas Dia memberikan rohmahNya kepada seluruh hambaNya karna الرحمن datang dengan wazan فعلان yang menunjukkan keluasan

الرحيم

Yang menyampaikan rohmah kepada hambaNya yang Dia kehendaki karena datang dengan wazan فعيل yang menunjukkan kepada terlaksananya suatu pekerjaan

jadi didalam nama Alloh الرحمن terkandung rohmah yang bermakna shifat sedangkan didalam nama Alloh الرحيم terkandung rohmah yang bermakna perbuatan yaitu Yang menyampaikan rahmat kepada hamba yang dirahmati.
Dan rahmat yang ditetapkan bagi Alloh adalah rahmat yang hakiki

الحمد لله ربّ العامين

الحمد
adalah pujian,sifat terpuji dan kesempurnaan yang disertai dengan kecintaan dan pengagungan
artinya Alloh terpuji karena kesempurnaanNya dan pujian kepada Alloh harus diserta dengan kecintaan dan pengagungan,jika pujiannya tidak disertai dengan kecintaan dan pengagungan maka pujian tersebut adalah pujian yang biasa-biasa saja dalam bahasa arabnya المدح
sebagaimana perkataan syaikhul islam ibnu taimiyyah
الحمد : ذكر محاسن المحمود مع حبّه و إجلاله و تعظيمه
menyebutkan kebaikan Dzat yang dipuji disertai dengan kecintaan dan pengagungan

sedang ال pada kata الحمد menunjukkan istighroq yaitu seluruh jenis pujian hanya milik Alloh baik secara kepemilikan maupun secara hak. maka bisa kita katakan makna الحمد : segala pujian yang disertai dengan kecintaan dan pengagungan hanya milik dan hak Alloh semata.

wallohu a'lam

tobe continued...

Ringkasan pelajaran Tafsir alFaatihah 2






Faedah Ta'lim dari Al-Ustadzah Ummu Fadhl Hafizhahallaah

ditulis oleh Ummu Maryam Yuyun Hasanah 

Bismillah....
lanjutan ringkasan pelajaran Tafsir alFaatihah 2

pada ringkasan yang pertama sudah sampai pada pembahasan ayat الحمد لله ربّ العالمين
الربّ didalamnya tergabung 3 sifat yaitu;
-penciptaan
-kekuasaan
-pengendali atau pengatur
artinya; Dialah Allah al kholiq yang maha mencipta maha memiliki dan maha mengatur segala urusan
العالم; segala sesuatu selain Allah
maka bisa kita simpulkan makna ayat الحمد لله ربّ العالمين
'segala pujian yang disertai kecintaan dan pengagungan hanya milik dan hak Allah semata Robb yang menguasai memiliki segala sesuatu dan Maha mengatur alam semesta ini

Faidah ayat ini;
1. penetapan pujian yang sempurna bagi Allah Azza wa Jalla
2. Allah subhanahu wa ta'ala pemilik khusus atas pujian sempurna dari segala sisi
3. pendahuluan penyebutan sifat uluhiyyah yang terkandung dalam nama Allah Allah daripada penyebutan sifat rububiyyah yang terkandung dalam nama Allah ar Robb adalah baik karna nama Allah merupakan nama yang khusus bagi Allah dan merupakan asal atas nama-nama yang lain
4. meluasnya rububiyyah Allah untuk semua alam/makhluk

الرحمن الرحيم
dalam nama Allah الرحمن terkandung sifat rohmah artinya rohmah yang ada didalam nama الرحمن adalah sifatNya.
sedangkan didalam nama Allah الرحيم terkandung sifaat rohmah yang maknanya perbuatan Alloh
apabila kita sebutkan satu nama saja seperti الرحمن atau الرحيم saja maka maknanya mencakup rohmah yang berupa sifat dan yang berupa perbuatan
sedangkan bila kita sebut keduanya bersamaan maka makna الحمن berbeda dengan makna الرحيم. الرحمن rohmahNya berupa sifat dan الرحيم rohmahNya berupa perbuatan

Faidah dari ayat ini;
1. penetapan 2 nama yang mulia yaitu الرحمن الريم bagi Allah azza wa Jalla
2. Rububiyyah Allah terbangun diatas rahmat yang luas bagi seluruh makhluk dan terus menerus

ملك يوم الدين
ini adalah sifat bagi Allah dengan kata lain Dialah penguasa/raja atas atas hari yang pada hari itu Allah memberi balasan kepada semua makhluk dan tidak ada penguasa pada hari itu kecuali Allah. pada hari itu seluruh manusia akan tunduk dibawah kekuasaanNya tidak ada seorangpun yang berani melawan titahNya dan ketika itu langit akan digulung dengan tangan kananNya dan bumi akan digulung dengan tangan kiriNya sebagaimanna disebutkan dalam hadits dari ibnu umar rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda
يطوى الله عزّ و جلّ السموات يوم القيامة ثمّ يأخذهنّ بيده اليمنى ثمّ يقول "انا الملك أين الحبّارون؟ إين المتكبّرون؟ ثمّ يطوى الأرضين بشماله ثمّ يقول " انا الملك أين الجبّارون؟ أين المتكبّرون؟
pada hari kiamat Alloh menggulung langit kemudian menggengamnya dengan tangan kananNya dan berfirman Aku adalah raja mana orang-orang yang yang berbuata aniaya mana orang-orang yang sombong?kemudian Dia menggulung bumi dengan tangan kiriNya dan berfirman Aku adalah Raja mana orang-orang yang berbuat aniaya mana orang-orang yang menyombongkan diri? (HR muslim)
kata الدين terkadang bermakna balasan seperti ayat ini dan terkadang juga bermakna amalan seperti dalam surat al kafirun atau sering dikatakan orang aarab "كما تدين تدان"

Faidah ayat
1. penetapan kerajaan bagi Allah Azza wa Jalla dan penetapan kekuasaanNya pada hari kiamat karena pada hari itu kepemilikan dan para raja telah binasa
2. penetapan adanya kebangkitan pembalasan
3.adanya perintah yang ditujukan kepada semua manusia agar beramal untuk hari itu karena semua orang yang beramal akan dibalas

ايّاك نعبد

dalam ayat ini objek didahulukan dari kata kerja dan subjeknya hal ini mengandung faidah hashr (pembatasan) yang maknanya لا نعبد إلاّ ايّاك kami tidak beribadah kecuali hanya padaMu
arti "kami beribadah" itu sendiri adalah kami menghinakan diri hanya kepadaMu
oleh karena itu kita dapati seorang mu"min meletakkan bagian tubuhnya yang paling mulia yaitu kepalanya pada tempat yang rendah demi Allah Azza wa Jalla.
Makna ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi oleh Alloh dari perkataan dan perbuatan baik yang lahir maupun yang bathin
menurut syaikh al Utsaimin ibadah adalah mencakup semua perbuatan yang diperintahkan Allah dan meninggalkan semua yang dilarang
oleh karena itu orang yang belum melaksanakan apa yang Allah perintahkan maka ia belum disebut aabid/hamba yang hakiki, begitu pula orang yang belum meningglakan apa yang dilarang maka ia belum disebut hamba yang hakiki
maka ibadah mengharuskan agar manusia menjalakan apa yang diperintah dan meninggalkan apa yang dilarang dan hal ini tidak mungkin bisa tercapai kecuali dengan pertolongan Allah. oleh karena itu ayat selanjutnya berbunyi

و ايّاك نستعين
yang maknanya لا نستعين إلاّ ايّاك على العبادة و غيرها
kami tidak minta pertolongan pada siapapun kecuali hanya kepada Mu dalam beribadah dan yang lainnya
Allah subhanahu wa ta'ala sering menggandengkan antara ibadah dengan istianah atau tawakkal karena tidak ada peribadatan yang sempurna ditegakkan kecuali dengan pertolongan Alloh

Faidah ayat
1. mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah
2. mengikhlaskan istianah hanya kepada Allah


Ringkasan Pelajaran Tafsir Al Faatihah 3




Faedah Ta'lim dari Al-Ustadzah Ummu Fadhl Hafizhahallaah 

ditulis oleh Ummu Maryam Yuyun Hasanah

اهدنا الصراط المستقيم

setelah pada ayat-ayat sebelumnya disampaikan pujian-pujian kepada Allah dan hanya kepada Nya permohonana pertolongan ditujukan maka layak jika hal tersebut diikuti dengan doa (permohonan). Yang demikian itu merupakan keadaan yang sempurna bagi seseorang yang hendak memohon atau meminta yaitu ia harus memuji kepada yang diminta. Dalam ayat ini yang diminta adalah shirothol mustaqim.. lalu apa arti dari shirothol mustaqim itu?
Abu ja'far bin jarir ath thobari mengatakan
"semua ahli tafsir sepakat makna shirothol mustaqim itu adalah jalan yang terang dan lurus"
Imam ibnu katsir menyebutkan ada 4 tafsiran:
- al haq
- dinul islam
-al quran
-abu bakar dan umar
walaupun terjadi perbedaan redaksi,ungkapan akan tetapi prinsipnya kembali kesatu makna yaitu mengikuti Allah dan RosulNya
jika ada pertanyaan "mengapa seorang muslim masih meminta hidayah sedangkan ia sudah berada diatas hidayah?'
jawab:
sebab seorang hamba senantiasa membutuhkan Allah setiap saat dan keadaan agar diberi keteguhan,kemantapan,penambahan ilmu dan iman dan kelangsungan hidayah,karena ia tidak berkuasa memberi manfaat dan menolak mudhorot pada dirnya sendir kecuali dengan izin Allah
oleh karena itu orang yang paling bahagia adalah orang yang mendapatkan taufik untuk memohon kepada Allah sebab Allah telah memberikan jaminan bahwa Dia akan mengabulkan setiap permintaan hambaNya apalagi permohonana yang disampaikan pada saat keadaan mendesak dan sangat membutuhkan bantuanNya
oleh karena itu bisa kita simpulkan makna ayat ini
"berilah kami hidayah,bimbingan,anugrah agar berada diatas al haq,dinul islam diatas ketaatan kepada Alloh dan rosulNya diatas jalannya abu bakar dan umar

Faidah ayat
1. kembalinya seluruh manusia kepada Allah Azza wa Jalla setelah memohon pertolongan untuk menjalankan ibadah agar memberinya petunjuk kearah jalan yang lurus
2. keindahan balaghoh al quran dihilangkannya huruf jar dari kata اهدنا faidahnya untuk menggabuungkan permohonan hidayah yaitu hidayah taufiq dan hidayah irsyad
3. jalan terbagi menjadi 2 jalan yang lurus dan jalan yang ada padanya kebengkokan

صراط الّذين أنعمت عليهم

ayat ini merupakan tafsir dar ayat sebelumya dan ini merupakan metode terbaik dalam menafsirkan al quran yaitu tafsir ayat dengan ayat
ketika seorang hamba memohon jalan yang lurus maksudnya ialah jalannya orang-orang yang telah diberi nikmat, siapa mereka? yaitu para nabi,shiddiqin,syuhada dan sholihin lihat QS 4:69

غير المغضوب عليهم و لا الضالّين

ayat ini merupakan penegas bagi ayat sebelumnya bukan jalannya orang-orang yang dimurkai yaitu yahudi dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat yaitu nashoro
kenapa yahudi dimurkai? karena mereka berilmu tapi tidak mengamalkan ilmunya dan kenapa nashoro sesat?karena mereka beramal tanpa ilmu sedangkan seorang mu'min ia berilmu dan beramal.
sifat khusus yang melekat pada yahudi adalah dimurkai dan sifat khusus yang melekat pada nashoro adalah sesat

Faidah ayat
1. metode penyebutan yang rinci setelah penyebutan yang global. metode ini mengandung faidah:-jiwa akan terus mengamati jika yang datang kepadanya berita yang global dan akan terus menunggu berita yang terperinci,- penyandaran nikmat hanya kepada Allah,- manusia terbagi menjadi 3 gol:gol yang diberi nikmat,gol yamg dimurkai,gol yang sesat
2. indahnya balaghoh al quran dimana penyebutan "yang dimurkai "dengan menggunakan isim maf'ul ini menunjukkan bahwa kemurkaan atas mereka datangnya dari Allah da wali-waliNya
3. indahnya balaghoh al quran diman penyebutan yang paling keras didahulukan daripada penyabutan yang lebih keras
Allah mendahulukan penyebutan "yang dimurkai"ketimbang penyebutan "yang sesat" karena yahudi sangat keras penentangannya daripada orang-orang nashoro karena penentangan orang yang berilmu lebih sulit diharapkan tuabatnya ketimbang penentangan orang-orang yang tidak berilmu. oleh karena itu pantas jika yahudi itu dimurkai dan nashoro itu sesat

و الله أعلم بالصواب

Ringkasan pelajaran tafsir ke 4 surat An naas




Faidah Ta'lim : Al-Ustadzah Ummu Fadhl Hafizhahallaah 

ditulis oleh: Ummu Maryam Yuyusan Hasanah 

Surat An Naas terdiri dari 6 ayat dan termasuk surat makkiyyah dan ia bersama surat al falaq disebut al mu'awwidzatain karena didalam kedua surat tersebut mengandung ta'widz/permohonan perlindungan

Keutamaan surat An Naas
1. belum pernah ada surat yang semisal keduanya
berdasarkan hadits dari uqbah bin amir Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam bersabda
الم تر أيات أنزلت لم ير مثلهنّ قطّ ؟ قل أعوذ بربّ الفلق و قل أعوذ بربّ الناس (رواه مسلم(
tahukah engkau ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini dan tidak pernah ada yang menyerupai nya sama sekali?kemudian beliau bersabda 'qul a'uudzu birobbil falaq dan qul a'uudzu birobbinnaas
2. surat-surat ini dipakai oleh rosululloh untuk berlindung dari mata-mata jahat jin dan manusia
dari abu saaid al khudri
Rosululloh berlindung dari matamata jahat jin dan manusia ketika turun surat al mu'awwidzatain beliau memakai keduanya dan meninggalkan yang lain
3. kedua surat ini disunnahkan dibaca setiap selesai sholat wajib
dari uqbah bin amir meriwayatkan ,"rosululloh memerintahkan kami agar membaca al mu'awwidzatain setiap selesai sholat
4. kedua surat ini juga disunnahkan dibaca sebelum dan sesudah tidur

Tafsir ayat:
قل أعوذ بربّ الناس ملك الناس إله الناس
"katakan: aku berlindung kepada Robbnya manusia,Rajanya manusia,dan sesembahan manusia"

dalam ayat-ayat ini terkandung permohonan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala dengan bertawassul dengan Nama-NamaNya yang husna yaitu الربّ ,الملك ,الإله yang ketiga Nama ini mencakup 3 makna keyakinan tauhid kepada Allah secara sempurna yaitu tauhid rububiyyah yang ada pada Nama Ar Robb, tauhid asma wa sifat yang terdapat dalam Nama almalik dan tauhid uluhiyyah yang terdapat dalam nama al ilaah

makna Ar Robb: bahwa Allah subhanahu wa ta'ala adalah pencipta,pemberi rizki,yang menghidupakan dan maha mematikan dan yang mengatur alam semesta ini,tentunya ketika disebutkan dalam ayat ini ربّ الناس maknanya bukan hanya Robbnya manusia namun juga Robbnya semesta alam ini beserta isinya

makna al malik: pemilik kerajaan yang sempurna dan kekuasaan yang mutlak tidak terbatas

makna al ilaah: Dzat yang harus disembah oleh manusia dengan bebagai macam peribadatan

من شرّ الوسواس الخنّاس
dari kejahatan bisikan syetan yang biasa bersembunyi

Dalam ayat ini kita diperintahkan memohon perlindumgan kepada Alloh dengan menggunakan /bertawassul dengan 3 nama sekaligus hal ini menunjukkan bahwa ancaman yang disebutkan dalam surat an naas berupa ancaman dari bangsa jin dan manusia lebih berbahaya ketimbang ancaman yang disebutkan dalam surat alfalaq
ancaman yang ada dalam surat alfalaq hanya mencelakakan manusia didunia dan bersifat lahiriyyah sehingga mudah dideteksi
sedangkan ancaman dalam surat an naas dapat mencelakakan didunia dan diakherat dan ancamannya sangat halus bukan berupa kata-kata yang bisa didengar atau sesuatu yang bisa dilihat sehingga hal ini sulit untuk dideteksi
bukan cuma itu, bahkan yang jadi sasaran ancamannya adalah hati yang merupakan raja bagi seluruh anggota badan syetan menjadikan hati sebagai "target utama" karena hati merupakan "tiket"keselamatan dunia dan akherat jika hati sudah bisa dikuasai oleh syetan dengan senjata ampuhnya berupa syubhat dan syahwat maka seluruh anggota tubuh akan mudah dikuasai olehnya

الّذى يوسوس في صدور الناس من الجنة و الناس
yang membisikkan kedalam dada-dada manusia. dari golongan jin dan manusia

dikalangan masyarakat ada yang menganggap jin,iblis,syetan adalah makhluk yang berbeda maka ayat ini membantah anggapan tersebut,sesungguhnya makluk yang mendapat taklif/pembebanan syariat adalah bangsa jin dan bangsa manusia maka iblis termasuk bangsa jin berdasarkan firman Allah dalam surat al kahfi:50 sedangkan syetan adalah bangsa jin yang jahat atau manusia yang jahat yang mengajak manusia lain menuju neraka karena ada jin yang sholih sebagaimana ada manusia yang sholih lihat surat aljin:11,14 dan surat al an'am:112

Faidah surat

1. surat ini dan surat al falaq terkandung didalamnya ta'widz/perlindungan kepada Allah
2. disunnahkan membaca surat ini ketika selesai sholat wajib,sebelum dan sesudah tidur pada dzikir pagi dan petang maupun untuk ruqyah
3. permohonana perlindungan hanya kepadaAllah semata
4. adanya penetapan Nama bagi Allah  

الربّ,الملك,الإله

5. disyariatkan memohon perlindungan dengan Nama-Nama Allah yang husna atau bertawassul dengan Nama-NamaNya
6. adanya penetapan tauhid rububiyyah,asma wa sifat, dan tauhid uluhiyyah dalam surat ini
7. mewaspadai kejahatan dari jin dan manusia
8. adanya makhluk-makhluk yang jahat dari kalangan jin dan manusia
9. mewaspadai bisikan-bisikan syetan
10.kesempurnaan dinul islam yang mengajarkan cara melindungi diri dari berbagai macam kejahatan